Rabu, 19 Agustus 2015

Saya Yakin ................




Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta! *Remember that*

Bissmilah,

Ku terkesan dengan status salah seorang  di FB, kalimat yang seharusnya selalu ku ingat dan tentunya ku juga ingin berbagi di blog-ku tersayang ini :) Kalimat tersebut pernah ku dengar, ketika membacanya kembali membuatku berpikir bahwa kini ku sedikit melupakannya *Astaghfirullah, maafkan diri ini yaa Rabb*

"Allah memberi apa yg kita perlu, bukan apa yang kita minta"

Subhanallah, kalimat yang sangat sederhana namun makna yang terkandung di dalamnya sungguh melahirkan energi positif yang sangat luar biasa, khususnya untukku *Alhamdulillah,*

Semangat, motivasi datangnya harus dari diri kita sendiri karena kalau datangnya dari/ karena orang lain, maka binasalah kita ketika orang yang menyemangati kita itu pergi dan tiada lagi di sisi kita.. *Naudzubillah*

Kembali ke pemahamanku pada kalimat "ampuh" di atas, Apa yang kita minta dan inginkan belum tentu baik untuk kita karena hanya Allah yang Maha Mengetahui, sedangkan kita tidak. Allah memberikan apa yang kita perlu dan butuhkan, terkadang hal itu bukan apa yang kita minta atau inginkan. Maka, biarlah Allah tempat kita memohon segala sesuatu yang terbaik menurut-Nya, bukan baik menurut kita, umat-Nya. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan buruk menurut kita belum tentu buruk pula menurut Allah, serahkan segala sesuatu hanya pada Allah. Titik!

yaa Rabb, bimbing aku untuk meluruskan niatku akan segala sesuatu hanya kepada-Mu. Ketika ego-ku ingin memiliki sesuatu dan hal itu tidak baik untukku, kembalikan hatiku untuk tetap bersama-Mu Rabbku. yaa Rabb, berdekatan dengan-Mu sungguh indah dan melahirkan ketenangan yang luar biasa, aku rindu Engkau Rabbku..

Ku menyayangi "ia" karena-Mu, tak perduli bagaimana sikapnya padaku, do'aku pada-Mu agar Engkau memberi kemudahan untuk segala hal baik yang "ia" lakukan, beri "ia" selalu cinta-Mu yaa Rabb. Amin

Cuekmu membiasakanku untuk terus belajar menghargai sebuah "rasa" dan seperti buku La-Tahzan (buku favoritku) mengatakan, jangan membenci hal yang tidak kita sukai, karena mungkin saja hal yang tidak kita sukai malah membawa kebaikan untuk kita di kemudian hari, Allah memberikan apa yang kita butuhkan wahai sahabatku. Allah bersama kita, orang" yang sabar. Insya Allah.

Mari semangaD belajar dan terus belajar *memperbaiki diri*, jangan pernah ada kata BOSAN untuk BELAJAR! Titik.
 
 
Sebenarnya ku kecewa, tapi tak apalah, bertahan adalah pilihanku..
Sedih berlarut-larut juga bukan aku
Diam akan jadi teman terbaik
Tersenyum mentertawakan kebodohanku
Estafet dari fase yang disebut "kedewasaan"

Setiap detik adalah proses belajar
Selalu mencoba menikmati segala yang hadir
Mensyukuri hadirnya kebaikan dan keburukan
Baik menurutku belum tentu pula baik menurut Rabb-ku
Buruk menurutku belum tentu pula buruk menurut Rabb-ku
Karenanya, ku pasrahkan diriku pada-Nya

Setiap kejadian adalah evaluasi
Evaluasi diri dari kesombongan diri sendiri
Evaluasi diri dari kemungkinan menyakiti orang lain, juga diri sendiri

Rabb-ku, ingin ku merayu-Mu untuk mengganti kesedihanku dengan kebahagiaan
Karena hanya Engkau yang berkuasa memutarbalikkan hati setiap insan
Jaga hatiku untuk senantiasa ikhlas memberi kasih, tanpa mengharap balasan

yaa Rabb, terimakasih..
Ketenangan ini adalah nikmat-Mu


Sahabat,
Tolong ingatkan aku, ketika ku lupa akan baik dan buruk
Tolong tegur aku, ketika putih akan berubah jadi abu..
Tolong tarik aku, ketika langkah kakiku tak tentu arahnya
Tolong nasihati aku, ketika pikiran tak sejalan dengan kebenaran..
Tolong sadarkan aku, ketika dunia menarikku dalam godaannya
Tolong sahabat, tolong jangan pernah letih untuk mengingatkan aku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar