Rabu, 19 Agustus 2015

Saya Yakin ................




Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta! *Remember that*

Bissmilah,

Ku terkesan dengan status salah seorang  di FB, kalimat yang seharusnya selalu ku ingat dan tentunya ku juga ingin berbagi di blog-ku tersayang ini :) Kalimat tersebut pernah ku dengar, ketika membacanya kembali membuatku berpikir bahwa kini ku sedikit melupakannya *Astaghfirullah, maafkan diri ini yaa Rabb*

"Allah memberi apa yg kita perlu, bukan apa yang kita minta"

Subhanallah, kalimat yang sangat sederhana namun makna yang terkandung di dalamnya sungguh melahirkan energi positif yang sangat luar biasa, khususnya untukku *Alhamdulillah,*

Semangat, motivasi datangnya harus dari diri kita sendiri karena kalau datangnya dari/ karena orang lain, maka binasalah kita ketika orang yang menyemangati kita itu pergi dan tiada lagi di sisi kita.. *Naudzubillah*

Kembali ke pemahamanku pada kalimat "ampuh" di atas, Apa yang kita minta dan inginkan belum tentu baik untuk kita karena hanya Allah yang Maha Mengetahui, sedangkan kita tidak. Allah memberikan apa yang kita perlu dan butuhkan, terkadang hal itu bukan apa yang kita minta atau inginkan. Maka, biarlah Allah tempat kita memohon segala sesuatu yang terbaik menurut-Nya, bukan baik menurut kita, umat-Nya. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan buruk menurut kita belum tentu buruk pula menurut Allah, serahkan segala sesuatu hanya pada Allah. Titik!

yaa Rabb, bimbing aku untuk meluruskan niatku akan segala sesuatu hanya kepada-Mu. Ketika ego-ku ingin memiliki sesuatu dan hal itu tidak baik untukku, kembalikan hatiku untuk tetap bersama-Mu Rabbku. yaa Rabb, berdekatan dengan-Mu sungguh indah dan melahirkan ketenangan yang luar biasa, aku rindu Engkau Rabbku..

Ku menyayangi "ia" karena-Mu, tak perduli bagaimana sikapnya padaku, do'aku pada-Mu agar Engkau memberi kemudahan untuk segala hal baik yang "ia" lakukan, beri "ia" selalu cinta-Mu yaa Rabb. Amin

Cuekmu membiasakanku untuk terus belajar menghargai sebuah "rasa" dan seperti buku La-Tahzan (buku favoritku) mengatakan, jangan membenci hal yang tidak kita sukai, karena mungkin saja hal yang tidak kita sukai malah membawa kebaikan untuk kita di kemudian hari, Allah memberikan apa yang kita butuhkan wahai sahabatku. Allah bersama kita, orang" yang sabar. Insya Allah.

Mari semangaD belajar dan terus belajar *memperbaiki diri*, jangan pernah ada kata BOSAN untuk BELAJAR! Titik.
 
 
Sebenarnya ku kecewa, tapi tak apalah, bertahan adalah pilihanku..
Sedih berlarut-larut juga bukan aku
Diam akan jadi teman terbaik
Tersenyum mentertawakan kebodohanku
Estafet dari fase yang disebut "kedewasaan"

Setiap detik adalah proses belajar
Selalu mencoba menikmati segala yang hadir
Mensyukuri hadirnya kebaikan dan keburukan
Baik menurutku belum tentu pula baik menurut Rabb-ku
Buruk menurutku belum tentu pula buruk menurut Rabb-ku
Karenanya, ku pasrahkan diriku pada-Nya

Setiap kejadian adalah evaluasi
Evaluasi diri dari kesombongan diri sendiri
Evaluasi diri dari kemungkinan menyakiti orang lain, juga diri sendiri

Rabb-ku, ingin ku merayu-Mu untuk mengganti kesedihanku dengan kebahagiaan
Karena hanya Engkau yang berkuasa memutarbalikkan hati setiap insan
Jaga hatiku untuk senantiasa ikhlas memberi kasih, tanpa mengharap balasan

yaa Rabb, terimakasih..
Ketenangan ini adalah nikmat-Mu


Sahabat,
Tolong ingatkan aku, ketika ku lupa akan baik dan buruk
Tolong tegur aku, ketika putih akan berubah jadi abu..
Tolong tarik aku, ketika langkah kakiku tak tentu arahnya
Tolong nasihati aku, ketika pikiran tak sejalan dengan kebenaran..
Tolong sadarkan aku, ketika dunia menarikku dalam godaannya
Tolong sahabat, tolong jangan pernah letih untuk mengingatkan aku..

Selasa, 18 Agustus 2015

RINDU.............





Bissmillah,


Dini hari, kebangun tiba” di sepi dan dinginnya malam bukan hal yang luar biasa untukku. Begitu juga dengan malam ini, tiba” terbangun dan ingin menuliskan apa yang bersemayan dalam pikiranku malam ini. Satu kata ssahabat, ku me-RINDU. Merindu “ia” yang begitu aneh dan berbeda dari kebanyakan kaumnya yang suka menebar kalimat dan rayuan yang sering terdengar gerah dan “lebay”di telinga, namun Subhanallah.. sungguh rasa sayang tak pernah habis padanya :) rasa yang tak biasa..

Minggu belakangan ini, “ia” kambuh kebiasaan lamanya. Cuek, namun sepertinya kadarnya bertambah :) sms dan teleponku berhari” tak di jawab, benar2” di diam-in, harusnya ku gak perlu heran dan bingung melihatnya, karena begitulah adanya "ia" dan "ke-kehnya" pendirian, sungguh membuatku menilainya "berkarakter kuat" terkesan sedikit egois dan itu nilai "plus" untuknya buatku, sekaligus bikin nge-nes juga, kok ada orang ajaib seperti ini *membatin*, tapi tak mengurangi rasa yang ku miliki padanya. Tentunya aku juga orang ajaib dan aneh lainnya di mata dan pikiran "ia" :) kebal banget "ia" bilang orang ini *penilaiannya tentang aku*, walau tak dibalas" tapi tetap aja sms berkali" dan itu setiap hari. Itulah dampak penyakit RINDU, untuk "ia" yang tipikal "cuek dan santai abis" itu suatu yang berlebihan atau tidak biasa, mungkin di hatinya berkata.. kok ada orang seperti kamu yaa RR, anehnya!

Sedih banget ketika tidak ada balasan sepatah katapun dari "ia", namun marah benaran juga ku gak mungkin bisa padanya karena emang ku gak pernah bisa benar" merasakan marah pada "ia" *gak tau kenapa*, marah dan kesalku hanya sebatas kata dan tulisan, hati tak pernah membenarkannya menjadi sebuah nilai marah yang tak termaafkan. 
 
Alhamdulillah malam ini, "ia" akhirnya mau menjawab  dan pastinya "ngomel" dan justru itu salah satu bagian dari hal yang ku RINDU-kan darinya :) beberP hari tak mendengarnya dari "ia", galaknya ku RINDU-kan. Taukah, ku juga kehilangan teman "berantam" dan beradu segala argumen dari yang penting sampai tidak penting sekalipun. Ku RINDU. Semua itu, hal" kecil yang sangat ku RINDU-kan darimu yang ampuh menghapus segala penat dan lelah setelah seharian beraktivitas dengan tekanan kerja yang banyak, seketika ku bisa rasakan bahagia sampai akhirnya tertidur

Jadi tak bisa ku jelaskan "mauku apa" pada "ia", semua hanya dapat dirasakan dan sulit untuk ku jelaskan "kenapa". Aku yang cenderung "melankolis", susah mengungkapkan ketika bicara di telepon, baca saja tulisanku, pejamkan matamu dan rasakan.. ku RINDU,
MAU-ku tidaklah bernilai jahat atau buruk pada "ia", tahu kabarnya saja lebih dari cukup untuk aku. Jangan selama ini membiarkan aku tanpa kabar "ia" Rabb-ku..

Sudah beberapa bulan" mengenal 'ia' harusnya ku sudah paham banget gimana karakteristiknya, namun sepertinya ku kurang sabar menyikapi sikap 'ia' yang rada" *ku pakai istilah yg 'ia' sering pakai*, maklum yaa ku ini juga rada", ku selalu belajar, belajar dan terus belajar menyikapi sikapmu itu. Namun ku juga gak luput dari khilaf yang sering terlakukan tanpa niatan sebelumnya. Ku mengingat 'ia' dengan segala kelebihan dan kekurangan 'ia'. Tentunya dari 1000 : 1, minimal ada 1 nilai positif yang bisa kamu ingat tentang aku......
Sekalipun aku jauh.............rasa itu masih ada untuk "ia" sampai detik ini, seperti lagu yang ia nyanyikan tuk ku "Didekatnya aku lebih tenang....bersamanya jalan lebih terang"...........Tetaplah bersamaku....jadi teman hidupku....berdua kita hadapi dunia...kau milikku milikmu....kita satukan tuju...bersama arungi derasnya waktu.........   (so sweet)   sudahlah...itu hanya kenangan....


*** Surat cintaku untuk Rabbku
>> Ku tutup hari ini dengan ungkapan cinta dan syukurku pada-Mu Rabbku di sujud tahajjudku, terimakasih untuk cinta-Mu yang selalu besar padaku :) Engkau yang selalu menjagaku dan membuatku kuat dan semandiri sekarang walau tanpa mereka yang begitu ku kasihi *kedua orangtuaku* di sisiku lagi, yaa Rabb titip salam hormat dan cintaku untuk mereka. Ingin ku ukir senyuman untuk mereka di setiap waktu yang ku lalui di sisa hidupku.

>> Terimakasih untuk kebahagiaan kecilku malam ini yaa Rabb, walau tidak dapat komunikasi lama dengannya, sudah lebih dari cukup untukku karena ku tahu 'ia' baik" saja dan mendengar suaranya lagi :) ku kembalikan lagi 'ia' dan hatiku pada-Mu Rabbku, jagalah 'ia' selalu dalam kebaikan, beri cahaya-Mu di setiap langkahnya, berkahi hidupnya dengan kasih sayang-Mu. AMIN 
 
 
 *** Surat ku untuk mu.....
 .........Iya untuk kamu...............
 
 
 
 
 
 

Mine...................



Bissmillah,






Cepat sekali rasanya waktu berlalu, baru aja melewati hari Minggu, sekarang sudah mau ke Minggu lagi. Akhir bulan juga sudah menanti dalam damainya perkerjaan yang lumayan rodi padat merayap di setiap akhir bulan yang mau tak mau harus di lewati. Benar sahabat, selayaknya di nikmati saja karena semua akan indah kalau sudah tepat pada waktunya *i think so?*

Hari ini sebenarnya kerjaan kantor nggak sibuk juga sih, tapi gak tau juga kenapa hari Rabu agak sering membuat semangat bekerja sedikit menurun. Berbeda dari mayoritas orang, saya menyukai semangat hari Senin yang power full banget untuk seorang RR :) I Luph MONDAY,,

Pekerjaan rutin setiap akhir bulan, membuat tulisan penelitian berkaitan dengan akuntansi atau keuangan. apalagi kalo nimbrung langsung, Yang namanya masalah keuangan sensitif banget, berat pertanggung jawabannya, salah hitung dikit aja bisa salah semua dan yang paling repot untuk memisahkan uang milik pribadi dengan kantor. Pemasukan-pengeluaran, belanja ini dan itu semuanya kerjaan yang di hibahkan ke Yanti. Alhamdulillah, positifnya bisa jadi banyak belajar untuk kehidupan saya ke depan nantinya. InsyaAllah.

Kehidupan tentunya tidak semudah waktu kita kecil dulu, umur semakin sedikit harus semakin banyak bermanfaat-dimanfaatkan dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab terhadap apa yang di pilih dan di putuskan. Semuanya harus dihadapi sendiri, dan lagi" harus di nikmati dan dijalani. Mandiri itu indah sahabatku, jadi lebih banyak tau dan InsyaAllah akan lebih kuat dalam berbagai situasi yang datang, kamusnya hanya satu, Bissmillah, hadapi! :)

Kerinduan yang datang sulit untuk di tepis apalagi di elakkan, mampu di rasakan dan belajar untuk menapikannya dalam sudut hati yang tak berhujung. Bersabar menanti rasa cinta yang tidak terlihat. Saya percaya, cinta juga akan indah pada waktunya :)

Alhamdulillah di penghujung lelahku hari ini, Allah memberi berkah kesejukan Kota Bandung hari ini :)

yaa Rabb, ku mencintai-Mu. Ku serahkan hatiku pada-Mu, dalam suka dan duka ku mensyukuri takdir-Mu atas aku, hamba-Mu




 *** Tersenyumlah, maka seluruh dunia akan ikut tersenyum bersamamu ***

Senin, 17 Agustus 2015

Yang Aku ingin ..............




Hari Ini, Esok dan Selamanya adalah ......


Ku hanya mampu,
Belajar menjadi lebih baik
Belajar untuk  lebih lembut hati
Belajar untuk lebih mengerti
Belajar untuk lebih tulus
Belajar untuk lebih ikhlas
Belajar untuk lebih mengontrol emosiku

Ku tidak akan pernah,
Belajar untuk bersikap keras padamu
Belajar untuk menyakitimu
Belajar untuk memarahimu
Belajar untuk membencimu
Belajar untuk melupakanmu
Belajar untuk tidak memaafkanmu

Ku hanya akan selalu,
Menyayangimu dengan tulus
Mencintaimu dengan kasih
Merawat dan memanjakanmu
Memperhatikanmu kapanpun
Medengarkan keluh kesahmu
Ada dalam sedih dan bahagiamu


Irulah Aku (RR)

Rencana-Mu pasti lebih indah Rabb-ku..







Saya Yakin itu ................


Yaa Rabb, andai pikiran ini bagai komputer yang bisa dipilah-pilah mana yang harus di simpan dan mana yang tidak, mungkin setiap manusia bisa mengatur kebahagiaannya sendiri. Namun mereka akan cenderung lalai untuk bersyukur, cenderung lupa, karena ketika bahagia, hanya sebahagian orang yang konsisten dan mengingat-Mu.

Rencana-Mu pasti lebih indah Rabb-ku..
Tentunya, ada hikmah di setiap kejadian yang Engkau berikan untuk semua hamba-Mu yang mau berpikir. Saat ini terlalu penat pikiranku, sehingga tidak mampu memikirkan setiap hikmah yang bisa ku petik dari semua masalah-masalahku. Ada yang bilang, lupakanlah.. jangan dipikirkan, andai ku bisa, sudah ku lakukan bagai sistem komputer yang bisa kita pilah yang mana yang penting untuk di save, mana yang tidak penting.

Belum lama ini, ada Bunga  terbaik yang kukenal , yang selalu  sy ingatkan untuk nya akan 1 hal  ketika kita dalam candaan.  
 
Jangan bersedih yaa, ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, percayalah bahwa Allah akan membukakan banyak pintu kebahagiaan yang lain untuk kita, namun kalau kita larut dalam kesedihan yang kita alami, kita akan sulit membuka mata untuk memperhatikan dan menemukan pintu-pintu yang sudah Allah bukakan untuk kita. Ingat itu adik, itu janji Allah pada umat-Nya yang bersabar, Jadilah seperti pohon mangga, yang walau di lempar batu sekalipun ia akan tetap memberikan buahnya yang manis. Bersikaplah seperti pohon itu pada siapa saja yang menyakitimu.

Subhanallah... iya inilah sekaqrang saudaramu, walau kini gak tahu kamu dimana, saudaramu ini selalu kuat dengan mengingat semua kata-kata bijaknya yang diucapkan pada mu. Semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan dan keberkahan untuk mu dan keluargamu. Aminn Aminn ya Rabbal Alamin.

Yaa Allah, ku tahu dengan masalahlah, ku bisa mampu berdiri tegak di atas kaki ini sampai sekarang, walau dulu harus banyak tertatih. Mungkin kini ku tak dapat berlari dengan kencang, tapi semua ini pelajaran berharga untuk ku ke depannya menjadi lebih kuat dan baik lagi. Ku harus memantaskan diriku ini untuk mendapatkan apa yang ku harapkan, 
 
InsyaAllah.. Amiiiiinnn 
 
 
 
 
*Semoga semua yang nyasar dan membaca blog saya ini, meng-aminkan juga do'a dan keinginanku ini*

Jika Nanti...............







Kau Temukan Pendampingmu......

Jadilah Wanita Sholehah Yang Taat Kepadanya Selamanya....

berpegangan tangan


Pada hakikatnya wanita sholehah mengakui bahwa keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala bergantung kepada keridhaan suaminya, oleh karena itu ia senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk taat dan memenuhi hak-hak suaminya. Mengharap keridhaan suaminya dan menjauhi kemurkaan suaminya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Wahai sekalian kaum wanita, bertaqwalah kepada Allah dan peganglah keridhaan suamimu.Sesungguhnya seorang istri jika mengetahui hak-hak suaminya, niscaya ia akan berdiri selama makan siang dan makan malamnya.” (H.R. Abu Nu’aim).

Taat yang dimaksud adalah taat yang diselaraskan dengan ketaatanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketika ia berhadapan dengan perintah maka ia segera melaksanakan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Dan ketika berhadapan dengan larangan Allah Subhananu wa Ta’ala, maka ia pun segera meninggalkan segala larangan tersebut.

Demikian juga wanita sholehah dengan ketaatannya kepada suaminya, selama perintah dan larangannya selaras dengan apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka akan berusaha memenuhi semua hak-hak suaminya. Tapi apabila suaminya lalai dalam menunaikan perintah Allah Subhanhu wa Ta’ala. Dia selalu mengingatkan suaminya.

Dalam Ajaran Islam hak dan kewajiban suami istri telah ditentukan, diantara sekian banyak ayat dan hadist mengenai hak seorang suami terhadap istrinya, pada intinya adalah bahwa seorang istri hendaknya menjaga ketaatannya pada suami, menjaga kehormatan dirinya,

menjaga harta suaminya, dan menjaga lisannya terhadap suami dengan tidak menyakiti suaminya dengan perkataannya. Ada beberapa adab-adab yang bisa dilakukan seorang istri untuk menyenangkan suaminya diantaranya yaitu :

1.Ketika suami sedang berbicara,dengarkanlah dengan baik,diam dan tidak memotong pembicaraannya.

2. Ketika suami bersikap ambek (marah mendidik) hendaknya diterima dengan syukur, tidak menjawab apa-apa dan bersabar,karena terkadang suami sengaja menguji kesabaran.

3. Ketika suami hendak memerlukan, dahulukan kehendaknya dari pada yang lain.

4. Ketika berhadapan dengan suami senantiasa berwajah manis dan berhias dengan aroma wewangian.

5. Ketika dengan keluarga suami, muliakan dan hormati kedua orang tuanya sebagaimana kita memuliakan orang tua sendiri, karena orang tua suami adalah juga merupakan orang tua kedua.

6.Ketika suami dirundung masalah. Jaga ketentraman hatinya dan membantu menyelasaikan masalah suami sekurang-kurangnya menunjukkan sikap gembira.

7. Ketika suami dirundung duka, memahami perasaan suami, dengan ikut merasakan dukanya dengan memberikan motivasi sehingga kegembiraannya muncul kembali

8. Ketika berhadapan dengan materi’ berusaha menjaga harta suami dengan baik dan mempergunakannya ke hal-hal yang manfaat.

9. Ketika suami jadi kepala rumah tangga, memahi suami jika dia pemimpin, maka bantu dia dengan mengerti segala hal kebaikan, jika ia guru maka lengkapilah dia dengan ilmu, hendaknya menerima dengan apa adanya.

10. Ketika berhadapan dengan keinginan, tidak menyusahkan suami dengan keinginan pribadi yang berlebihan, karena lebih bijak mendahulukan kebutuhan mendesak yang prioritas utama, dan keinginan bisa ditunda.

11.Pastikan niat kita melayani suami dengan niat ikhlas semata-mata mengharap keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan senantiasa mendoakan suami.

12. Senantiasa mendorong suami agar giat dalam beribadah serta bersungguh-sungguh di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ciptakanlah kasih sayang karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

13. Senantiasa merasa cukup dengan apa-apa yang ada (qana’ah).dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

14. Ketika suami bersalah. Tunjukanlah sikap kasih sayang serta hormat pada suami dan mengerti bahwa pada hakekatnya semua manusia tidak luput dari khilaf dan kesalahan, dan tidak menghukumnya berlebihan dengan kesalahan yang dilakukannya.

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “. 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan  KAMU pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…

Semoga Allah Meridhai Jalan yang Kamu pilih ............................

Semoga Allah Meridhai Jalan yang Kamu pilih ............................


Wanita Sholehah adalah puncak kesenangan dunia, sebagaimana sabda Rasûlullâh saw. dalam sebuah hadits:
     

“Dunia itu semuanya menyenangkan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah”.
(H.R. Muslim. Lihat Riyâdhush-Shâlihîn)
Ini suatu penegasan dari Rasûlullâh saw. bahwa kehadiran seorang wanita sholehah dalam sebuah keluarga senantiasa membawa kesenangan terhadap suami, anak-anak dan semua keluarga. Ini menunjukkan betapa posisi wanita sangat signifikan atau sangat menentukan baik-buruknya sebuah keluarga. Bahkan, dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Rasûlullâh saw. berkata :
                      
“Barang-siapa yang di beri Allâh rezeki berupa isteri yang sholehah, maka sungguh Allâh telah menolongnya mendapat separuh dari agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allâh untuk memperoleh yang separuhnya”.
(H.R. Ath-Thabrânî dan Al-Hâkim. Lihat Al-Ahâdîtsush-Shahîhah oleh Syaikh Al-Albânîjilid II hal. 200)
 
Ada 2(dua) hal yang perlu diperhatikan dari hadits ini; Pertama: Isteri sholehah adalah rezeki Allâh. 
 
Kedua: Betapa beruntungnya seorang laki-laki yang diberi rezeki berupa isteri sholehah, karena — dengan keberadaan isteri sholehah — berarti ia dibantu Allâh untuk memperoleh separuh dari kesempurnaan agama. Dengan kata-lain, ia telah mendekati ketaatan atau keimanan yang sempurna. Ia tinggal melanjutkan proses penyempurnaannya dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allâh. Inilah kontribusi terbesar yang hanya dapat diberikan oleh isteri sholehah. Jadi, wajar kalau Rasûlullâh saw. memerintahkan kaum laki-laki dari umatnya untuk berusaha memperisteri wanita sholehah sebagaimana sabda Beliau:
                                                                             
“Hendaklah kalian berusaha memiliki hati yang — senantiasa — bersyukur, memiliki lisan yang — senantiasa — berdzikir dan memperoleh isteri yang sholehah, yang selalu membantu kalian dalam perkara akhirat”.
(H.R. Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Mâjah)
 
“Wanita dinikahi karena empat faktor yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466). Rasulullah SAW mengancam dan melarang laki-laki menikahi perempuan bukan karena agamanya. “Jangan kalian mengawini wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya akan membuatnya sombong. Dan jangan pula karena hartanya, bisa jadi kekayaannya membuat dia melawan, tetapi kawinilah wanita karena agamanya. Sesungguhnya hamba sahaya yang hitam lagi pesek namun beragama itu lebih baik.”(HR Ibnu Majah) Bekal yang sangat diutamakan adalah paham tentang ajaran-ajaran agama, bisa membaca dan melantunkan ayat-ayat Al-qur’an yang bisa menjadi dasar untuk dapat mewujudkan rumah tangganya dengan pondasi yang kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhoiNya.
Wanita sholehah memiliki sifat-sifat yang khusus, sebagaimana disebutkan Allâh SWT. dalam Al-Qur-ân:

“Maka wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allâh, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allâh telah memelihara mereka…”.
(Surah An-Nisâ’ (4):34)
 
Dalam sebuah hadits, Rasûlullâh saw. menyebutkan secara terperinci sifat-sifat wanita atau isteri yang sholehah. Sabda Beliau:
“Sebaik-baik isteri ialah yang menyenangkan-mu ketika engkau menatapnya, mematuhi-mu ketika engkau perintah; dan ketika engkau pergi, ia menjaga kehormatan-mu, yaitu dengan menjaga dirinya dan juga harta-mu”.
Alangkah indahnya jika setiap muslimah menjadi wanita yang sholihah, idaman setiap suami. Oleh karenanya seyogyanya setiap wanita bersegera untuk memperbaiki diri dan akhlaqnya agar menjadi wanita yang sholihah.

Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan ciri-ciri wanita sholehah, di antaranya:

1. Wanita sholehah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Subhaanajilbabhu wata’ala adalah Rabbnya, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi-Nya, serta islam pedoman hidupnya. Dampak itu semua nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murka Allah, takut dengan siksa-Nya yang teramat pedih, dan tidak menyimpang dari aturan-Nya.

2. Wanita sholehah selalu menjaga sholat lima waktu dengan wudlu’nya, khusyu’ dalam menunaikannya, dan mendirikan sholat tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyibukkannya dari sholat itu. Tidak ada sesuatupun yang melalaikan dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wata’ala sehingga nampak jelas padanya buah sholat itu. Sebab sholat itu mecegah perbuatan keji dan munkar serta benteng dari perbuatan maksiat.

3. Wanita sholehah adalah yang menjaga jilbabnya dengan rasa senang hati. Sehingga dia tidak keluar kecuali dalam keadaan berjilbab rapi, mencari perlindungan Allah dan bersyukur kepadaNya atas kehormatan yang diberikan dengan adanya hukum jilbab ini, dimana Allah Subhaanahu wata’ala menginginkan kesucian baginya dengan jilbab tersebut. Allah berfirman:
Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)

4. Wanita sholehah selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasihatinya, memelihara kesejahteraannya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, serta tidak menyakiti hatinya.

5. Wanita sholehah adalah wanita yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan ke dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjauhkan mereka dari segala jenis kemaksiatan dan perilaku tercela.
Allah berfirman, artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)

6. Wanita sholehah tidak berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahramnya.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Tidaklah seorang wanita itu berkhalwat dengan seorang laki-laki, kecuali setan menjadi pihak ketiganya” (Riwayat Ahmad)
Dia dilarang bepergian jauh kecuali dengan mahramnya, sebagaimana pula dia tidak boleh menghadiri pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali karena mendesak. Itupun harus berjilbab. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya: “Seorang wanita dilarang mengadakan suatu perjalanan sejarak sehari semalam keculai disertai mahramnya” (Mutafaq Alaih)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk keperluan kalian (wanita)” (Mutafaq Alaih)

7. Wanita sholehah adalah wanita yang tidak menyerupai laki-laki dalam hal-hal khusus yang menjadi ciri-ciri mereka.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki”
Juga tidak menyerupai wanita-wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian, maupun gerak-gerik dan tingkah laku.

8. Wanita sholehah selalu menyeru ke jalan Allah di kalangan wanita dengan kata-kata yang baik, baik berkunjung kepadanya, berhubungan telepon dengan saudara-saudaranya, maupun dengan sms. Di samping itu, dia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari siksa Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

9. Wanita sholehah selalu menjaga hatinya dari syubhat maupun syahwat.
Memelihara matanya dari memandang yang haram. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)
Menjaga farjinya, memelihara telinganya dari mendengarkan nyanyian dan perbuatan dosa. Memelihara semua anggota tubuhnya dari penyelewengan. Ketahuilah yang demikian itu adalah takwa. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

10. Wanita sholehah selalu menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia,baik siang hari atau malamnya. Maka dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), mencaci dan hal lain yang tidak berguna.
Artinya: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran, namun jadilah hamba-hamba Allah yang bersatu” (Riwayat Muslim)
Artinya: “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (Mutaffaq Alaih)
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruksangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruksangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)

Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholehah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholehah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita sholehah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
Artinya: “Maka wanita yang sholehah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)


Wanita shalehah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah.”