Kamis, 25 April 2013

Menjadi Sholihah.............

 

................BUKAN Pilihan



Wanita memang identik dengan keindahan. Dari ujung rambut sampai kaki, semua menyimpan pesona. Namun mengapa sekarang ini banyak fenomena, dimana wanita banyak yang belum menemukan jodohnya?. Padahal mereka tidak cacat dalam raga, mereka juga banyak yang memiliki harta. Selain itu, mereka juga pendidikan dan berstatus sosial tinggi.

Ketika akan menikah, seorang laki- laki memanglah pasti memiliki syarat bagi calon pendamping hidupnya. Dan ternyata, hal dunia tidak selalunya menjadi prioritas mereka yang utama, dalam mereka memilih wanita. Untuk menikah, tak hanya melulu soal kecantikan, dan keindahan raga. Akhlak yang baik, ilmu yang mumpuni serta kecerdasan adalah salah satu dari banyak hal lain yang mutlak diperlukan untuk pemenuhan syarat menikah.

Shalihah adalah keharusan

Jika pada kenyataannya, sang suami memilih seorang wanita hanya karena pesona kecantikannya saja, maka bom waktu bagi rumah tangga tersebut pastilah sudah terpasang dan kehancurannya hanyalah masalah waktu.

Begitu pula ketika hanya kepandaian yang menjadi satu- satunya tolak ukur terpilihnya wanita untuk menjadi istri. Kerepotan pastilah datang karena kepandaian itu akan menjadi bumerang bagi sang suami yang akan menemukan istrinya sangat pandai dalam menjadi pembangkang.

Sama halnya ketika harta yang dijadikannya patokan bagi terpilihnya wanita. Kepemilikan harta yang tanpa bimbingan agama sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana.

Atau jika status sosial saja yang menjadi sebab terpilihnya seorang wanita, yang tanpa dibarengi kualitas ilmu agama yang baik. Saksikanlah bahwa sifat angkuh lah yang akan meliputi rumah tangga tersebut.

Maka tak heran jika laki- laki di dunia ini yang berharap kedamaian, ketenangan dan terlayani serta di hargai dalam kehidupan pernikahan mereka, hanya memilih wanita yang sholihah sebagai pendamping hidup mereka. Maka bagi wanita yang ingin dirinya terpilih, tidak ada kata lain bagi mereka kecuali memilih untuk menjadi wanita sholihah.

Dengan kata lain, pemenuhan kriteria sholihah bukan sebuah pilihan yang harus dipilih, melainkan keharusan yang harus dimiliki setiap wanita. Karena jika satu hal ini hilang, maka hilanglah segala keindahan wanita tersebut.

Ketika seorang suami memiliki istri yang shalihah, bahkan yang tanpa memiliki kecantikan, kekayaan, dan status sosialpun, maka dia akan tetap menjumpai keindahan yang mendatangkan kebaikan dalam diri istrinya tersebut. Lebih-lebih bila disertai oleh satu atau lebih sifat yang empat itu, tentu akan lebih bahagialah rumah tangga tersebut.

Wanita sholihah, WANITA PILIHAN

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi tuntunan dalam memilih wanita yang akan dijadikan sebagai istri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan beberapa sifat seorang wanita salihah,

Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.” (HR.Ahmad)

Dari sabda beliau tersebut, maka kita tahu bahwa inilah yang akan menjadikan seorang wanita sebagai pilihan, perhiasan yang paling berharga.

1. Indah Dipandang
Setiap wanita terlahir cantik. Dan kecantikan itu akan sangat membahagiakan jika wanita dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya itu untuk membuat suami mereka betah memandangnya. Hal ini akan semakin bertambah jika dibarengi dengan sikap dan tutur kata yang manis serta murah senyum.

2. Taat
Suami akan merasa sangat berharga ketika perintah dan kemauan mereka ditaati. Maka disinilah kesempatan bagi para istri yang ingin menjadi perhiasan berharga bagi suaminya,yaitu mentaati segala apa yang suami inginkan, selama perintah tersebut tidak menyelisihi aturan Allah. Tapi bagaimana jika perintah tersebut tidak berkenan di hati sang istri?. Seorang wanita sholihah pastilah mengerti bagaimana menyiasati keadaan tersebut agar sang suami tidak merasa tersinggung, namun keluhan mereka juga tersampaikan. dicarinya waktu yang tepat dan cara yang paling santun untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya, tanpa dibarengi pembangkangan, bantahan,atau bahkan pertengkaran. Karena kedamaian dan ketenangan suami, selalu menjadi hal yang dipentingkan dalam pikiran para istri yang sholihah.

3. Terjaga dan menjaga
Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya, dan bukan malah memberatkannya. Termasuk juga membebani pikiran sang suami dengan kekhawatiran akan harta dan kehormatan sang istri, ketika sedang jauh darinya. Seorang wanita sholihah adalah dia yang senantiasa menjaga dan terjaga dalam diri dan harta suaminya, sehingga suami menemukan kepercayaan dalam rumah tangganya, dan merasakan kenyamanan hati bahkan ketika beliau harus jauh dari rumahnya.

Dan untuk kesemua itu, Allah telah memberikan contoh nyata kepada para wanita untuk selalu diteladani, yaitu lewat diri Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha, Istri pertama Rasulullah SAW. Maka akankah setiap kita mewarisi sifat dan perilaku beliau? jika ya, maka karena hal itulah kita pantas dipilih!

Dibalik Suami yang Sukses............................



“Dibalik seorang pria yang sukses, pasti ada istri yang luar biasa..”,

“Dibalik seorang wanita yang sukses, ada suami yang stress..”

 

Inilah potret keluarga jaman sekarang ketika uang bertahta di atas segala-galanya. Ketika atas nama emansipasi wanita berusaha mencapai kesuksesan melebihi pria, berkarir setinggi-tingginya, mencari harta sebanyak-banyaknya. Sampai lupa bahwa bagaimanapun kodrat seorang istri adalah sebagai pendamping suami menjalankan ‘kapal’, penolong ketika kapal akan kolaps, dan bukan perongrong apalagi penodong.

Ketika seorang suami yang tadinya “Bukan apa-apa“ akhirnya bisa menjadi “Apa-apa“ berkat istrinya, bukankah itu sesuatu yang luar biasa karena sang istri telah berhasil dalam tugasnya sebagai penolong. Tapi setelah itu? Kapten ya tetaplah kapten. Imam tetap imam. Dan penolong tetap penolong. Masing-masing harus berjalan sesuai fungsinya. Tak perlu ada yang merasa lebih hebat atau lebih berjasa.

Dalam sebuah bahtera rumah tangga suami tetap adalah seorang kapten kapal, pemimpin. Posisi yang tidak boleh dikudeta oleh istri. Bisakah dibayangkan sebuah kapal yang dipimpin oleh dua orang kapten dan masing-masing tidak mau mengalah? Satu bilang ke kanan, satu bilang ke kiri. Satu bilang maju, satu bilang mundur. Yang ada kapal itu malah tenggelam.

Hati ini...........................

 

Seluas Telaga



Kehidupan memang penuh rasa. Adakalanya manis, ketika kita temui kenyataan sesuai dengan harapan. Kadang juga terasa pahit, saat kenyataan berlawanan dengan harapan. Atau bisa terasa kecut, bila harapan tak terbalas. Tapi, ada satu lagi rasa kehidupan, yaitu asin. Asin..ketika kehidupan di posisikan sebagai tempat kecil untuk menampung masalah.

Pada suatu saat, seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah melangkah gontai dengan raut mukanya yang ruwet. Dia mendatangi seorang bijak dan langsung menceritakan semua masalahnya. Orang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Kemudian orang bijak mengambil segenggam garam dan meminta anak muda itu untuk memasukkannya ke dalam segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar orang bijak itu.

Asiin.., asin sekali rasanya…”, jawab anak muda itu sambil meludah kesamping.
Orang bijak tersenyum. Lalu ia mengajak anak muda itu berjalan ke tepi telaga di belakang rumahnya. Orang bijak itu kembali meminta anak muda menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air telaga ini dan minumlah”, perintah orang bijak. Saat anak muda itu selesai meneguk air itu, orang bijak kembali bertanya, “Bagaimana rasanya air telaga ini anak muda?
Segar sekali”, sahut anak muda. “Apakah kamu merasakan rasa asin di dalam air itu?”, Tanya orang bijak lagi. “Tidak, air telaga ini tidak terasa asin, tetap segar”, jawab si anak muda.

Dengan tersenyum orang bijak ini menepuk punggung anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan disamping telaga itu.
Anak muda, dengarlah. Asinnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa asin itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.Tapi, rasa asin yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Rasa asin itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan rasa asin dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kegagalan itu

“Hatimu adalah wadah itu tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kegagalan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Apa yang kamu Mau..........................?

Cinta Abadi Atau Cinta Mudah Sirna


 

Banyak  diantara kita yang memiliki pengharapan mendapatkan cinta sejati dari pasangan. Cinta yang tidak akan pudar, tidak lekang oleh waktu. Namun ternyata banyak juga diantara kita yang salah memperlakukan cinta itu.

Cinta Mudah Sirna




Banyak diantara kita yang memiliki pengharapan mendapatkan cinta sejati dari pasangan. Cinta yang tidak akan pudar, tidak lekang oleh waktu. Namun ternyata banyak juga diantara kita yang salah memperlakukan cinta itu.

Cinta Mudah Sirna

Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna? Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyap dimakan waktu, karena cinta ini akan mengambil suatu syarat untuk diberikannya cinta. Artinya cinta itu tidak tulus, ada pamrih dibalik itu. Cinta ini biasanya diawali kata “karena” atau kata “kalau“:
Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu!
Karena kamu seorang direktur, maka saya mencintaimu!
Kalau kamu cinta saya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!
Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!

Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama dengan cinta berawalan “karena” atau “kalau“, maka keluhan yang paling sering terdengar adalah “serumah, tapi terasa asing” dan “setempat tidur, tapi terasa sendiri“.

Cinta Abadi

Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubah menjadi cinta tulus dan ikhlas. Cinta ini akan selalu menghargai keberadaan pasangan, tanpa memberikan syarat apapun. Cinta ini dimulai dengan kata “walau” atau “walaupun“:

Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu!
Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetap mencintaimu!
Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetap mencintaimu!

Cinta “karena” dan cinta “kalau” mudah pudar dan luntur. Berbeda dengan cinta “walaupun” atau “walau” yang penuh toleransi, penuh pengertian, bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.

Kita akan mampu berkata, “Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu.

Pilihan ada pada diri kita sendiri, apakah akan mengambil cinta ”karena” atau ”kalau”…atauuu memperjuangkan cinta ”walaupun” atau ”walau”.

Moral Cerita:
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk kita.

Buah Kelapa..................?





Dalam sebuah kesempatan, ijinkan saya  berbagi ilmu yang sangat bergizi. Salah satunya membahas tentang pelajaran dari buah kelapa.

Bagaimana proses untuk menjadi santan kelapa? Kelapa dijatuhkan dengan sangat keras ke tanah dari atas pohon. Setelah itu, kelapa digunduli dengan cara ditarik ke sana kemari. Bahkan setelah gundul, kelapa harus dipukul dengan sangat keras agar pecah. Selesai? Belum.

Setelah kelapa pecah, buahnya harus dicungkil atau dilepaskan dari batoknya. Tidak cukup sampai disitu, kelapa masih harus diparut menggunakan besi-besi kecil tajam yang ditanamkan pada kayu. Belum juga puas, hasil parutan itu masih harus diperas. Setelah semua proses itu usai, barulah dihasilkan sari pati buah kelapa yang kita kenal sebagai santan.

Begitu pula kehidupan, untuk menjadi orang yang hebat kita harus melalui proses jatuh bangun. Saat ujian datang silih berganti, jangan bersedih. Itu adalah bagian proses yang harus kita lalui agar dihasilkan kehidupan yang lebih bermutu. Kuat dan sabar saat menanggung derita adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Untuk hidup yang lebih bermartabat tidak selalu dikelilingi oleh sesuatu yang nikmat. Diperlukan rasa sakit, perasaan tak nyaman, hinaan dan segala derita yang terkadang datangnya tidak kita undang. Tapi itulah proses yang harus kita lalui untuk mendapatkan sari pati kehidupan.
Justru waspadalah saat hidup Anda “ayem tentrem” alias nyaman, tenang dan tak ada cobaan. Boleh jadi kondisi itu adalah awal dari menurunnya kehidupan Anda. Bila hidup diibaratkan bersepeda, saat Anda tak perlu mengayuh itu pertanda jalan sedang menurun. Namun, bila Anda harus mengayuh, itu pertanda kehidupan Anda sedang menanjak menuju puncak.

Bila ternyata cobaan tak kunjung datang, maka buatlah kegiatan yang bernyali dan menantang. Ada risiko gagal dalam kegiatan itu, namun juga ada manfaat besar yang bisa Anda peroleh bila kegiatan itu berhasil.

Percayalah, bila kita sering menghadirkan kegiatan yang menantang, hidup menjadi ringan. Sebaliknya, bila kita sering menghindari tantangan, hidup akan stagnan dan berpeluang besar membuahkan derita di hari kemudian.

Kelapa tidak akan menghasilkan santan bila prosesnya berhenti di tengah jalan. Anda pun tidak akan menemukan sari pati kehidupan bila tidak sabar saat menghadapi proses kehidupan…

Rabu, 24 April 2013

Saya .................

(*) Saya pikir, Hidup itu harus banyak meminta ~ Ternyata harus banyak memberi.

(*) Saya pikir, Sayalah orang yang paling hebat ~ Ternyata  masih ada langit di atas langit.

(*) Saya pikir, Kegagalan itu final ~ Ternyata hanya kesuksesan yang tertunda.

(*) Saya pikir, Sukses itu harus kerja keras ~ Ternyata harus kerja pintar.


(*) Saya pikir, Kunci surga ada di langit ~ Ternyata ada di hati kita masing-masing.

(*) Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ Ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan

(*) Saya pikir, Makhluk yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar, atau yang paling kuat ~ Ternyata makhluk yang paling cepat merespon perubahan.

(*) Saya pikir, Keberhasilan itu karena keturunan ~ Ternyata karena ketekunan.

(*) Saya pikir, Kecantikan luar yang paling menarik ~ Ternyata kecantikan dalam (inner beauty) yang lebih menawan.

(*) Saya pikir, Kebahagiaan itu ketika melihat ke atas ~ Ternyata ketika melihat ke bawah.

(*) Saya pikir, Usia manusia itu diukur dari bulan dan tahun ~ Ternyata dihitung dari apa yang telah dilakukannya kepada orang lain.
(*) Saya pikir, Yang paling berharga itu uang dan emas permata ~ Ternyata yang paling mahal itu kesetiaan dan Kejujuran............

Sahabat ..............................

Saat kmu ribut sama PACAR & curhat ke SAHABAT, pasti SAHABAT kasih saran yang terbaik buat kmu...(y)

Tapi saat kmu ribut sama SAHABAT & curhat ke PACAR, PACAR akan bilang "udah gak usah main lagi sama dia".. >:/

Saat kmu makan sama PACAR terus kmu bilang mau ngundang SAHABAT kmu, PACAR bilang "ngapain sih? Mereka cuma ganggu kita".. >:o

Tapi saat kmu lagi makan sama SAHABAT terus kmu bilang mau ngajak PACAR kmu,SAHABAT bilang 
"ajak aja biar seru".. =))

Saat kmu dijauhin SAHABAT, PACAR bilang "udah gak usah sedih masih banyak temen yang lain, mereka gak penting, pentingan juga aku!".. 8-|

Tapi saat kmu putus sama PACAR kmu, SAHABAT  bilang "udah aku yakin kmu dapet yang lebih baik dari dia, kita gak akan tinggalin kmu".. :*

Itu bukti ketulusan SAHABAT, walau kmu sayang banget sama PACAR kmu, tapi jangan pernah kmu meragukan kesetiaan sahabat kmu.. ({})