Rabu, 12 September 2012

Do'a Dari Isteriku.........


bismillahirahmanirahim…

kawanku semua yang dirahmati Allah, mempunyai istri yang cantik pastinya keinginan setiap laki-laki, namun terkadang karena melihat cantiknya saja sering kali mata lelaki salah memilih, orang-orang berkata, “Ah cantik itu relatif” cantik tidak hanya dilihat dari fisiknya saja namun cantik hatinya itulah yang sebenar-benarnya cantik, apalagi jika mempunyai istri yang rajin sholat malam, gemar tadarus Alquran, cerdas pengetahuan. pandai dalam memasak, wah lelaki mana yang tidak beruntung mendapatkan wanita seperti itu…iya to tidak kawan?
sebuah kisah, doa istri sholehah….

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.
Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.

Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”
Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.”

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah.
Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”. (Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)


Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga
melupakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini
telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah
bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah
jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah
pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan
keindahan bertawakal di jalan-Mu.


semoga bermangfaat…

Selasa, 11 September 2012

Inilah Saya...............

Inilah Saya........................

Selalu berusaha tuk iklas ....
Keikhlasan
Terkadang hal tersebut sepertinya mudah untuk terucap..tetapi sulit untuk dilaksanakan..
Hidup memang tidak mudah..
Begitu banyak lika-liku kehidupan yang harus dijalani..
Beribu impian yang sepertinya tidak kunjung menjadi kenyataan..
Dan begitu banyak tabir kehidupan yang harus diungkapkan..

Keikhlasan merupakan hal yang terdengar mudah..
Namun sesungguhnya keikhlasan merupakan hal yang membutuhkan kesungguhan dari pikiran dan hati..
Dan terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengerti akan maknanya..

Namun keikhlasan..
Merupakan hal yang tercurah dari dalam hati yang bersih..
Yang membuat dirimu tumbuh menjadi pribadi yang mengenal arti sebuah ketulusan..
Dan membuatmu tetap teguh dalam menjalani hari-harimu..

Hmmm...terkadang sulit memahami arti dari sebuah keikhlasan..
Terkadang hatimu begitu beku untuk mengerti arti sebuah keikhlasan..
Hidupmu terlalu perih karena masalah yang terus menerus datang dan tiada henti..
Perasaanmu begitu sulit ketika harus membayar harga yang berat di dalam kehidupan ini..
Dan hidupmu serasa tidak sesuai dengan harapanmu..

Di dalam hidup ini..
Terkadang memang membutuhkan suatu pengorbanan untuk mendapatkan hal yang terbaik..
Terkadang membutuhkan harga yang cukup mahal untuk mendapatkan sebuah berlian di antara batu yang cadas..
Terkadang tak sedikit air mata yang tercurah ketika perasaan perih tertabur di dalam hati..
Terkadang memerlukan suatu keberanian untuk menghadapi resiko yang berat..
Dan terkadang memerlukan keberanian untuk menghadapi sobekan dari kehidupan yang selama ini dinikmati jiwa dan raga...

Namun satu hal yang harus kau ketahui..
Kau tidak akan pernah menikmati indahnya hidup..
Kau tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang merekah dalam hati..
Kau tidak akan pernah mendapatkan hal yang terbaik..
Jika dirimu tidak pernah memberikan hatimu untuk ikhlas terhadap hal-hal yang memang harus kau hadapi..

Karena keikhlasan merupakan suatu kunci untuk membuatmu berani berkorban dan mengejar impianmu..
Keikhlasan membuatmu berani untuk bangkit meskipun kau berkali-kali mengalami perihnya kehidupan..
Keikhlasan membuatmu mampu untuk mensyukuri dan menerima hidupmu tanpa beban berat yang ada di pikiran dan jiwamu..
Dan keikhlasan membuatmu menjadi pribadi yang merasakan bahwa cinta kasih yang sejati adalah harta yang tak ternilai..

Ketika kau tidak pernah mengerti akan suatu keikhlasan..
Kau akan selalu diperbudak oleh ambisimu..
Engkau akan selalu hidup oleh emosimu yang membara tanpa pernah merasakan hangatnya cinta..
Engkau tidak akan pernah merasakan kepuasan meskipun kekayaanmu melimpah..

Ketika hatimu terlalu banyak menuntut ini dan itu dan tidak ikhlas menerima dirimu..
Engkau akan merasa lemah dan tidak pernah bersemangat untuk bangkit ketika semua hal yang terjadi tidak sesuai harapanmu..
Engkau tidak akan pernah membuka hatimu untuk menata masa depanmu.
Engkau akan cepat putus asa ketika tekanan dan sobekan dalam dirimu begitu terasa perih ..
Engkau akan selalu menjadi pribadi yang rendah diri dan iri hati terhadap keberhasilan orang lain..
Dan kau tidak akan pernah mengetahui bagaimana cara untuk mensyukuri hidup yang dikaruniakan Sang Pencipta..

Namun ketika kau mengerti akan sebuah keikhlasan..
Kau akan mengerti keindahan dari cinta dan kasih sayang..
Kau akan sanggup untuk bangkit dan menata masa depanmu..
Dan kau akan berani untuk menghadapi kehidupan tanpa rasa ragu..

Karena keikhlasan adalah wujud dari suatu pengorbanan..
Dan pengorbanan yang kau lakukan..
Akan membuatmu semakin menyadari..
Bahwa hidup akan lebih berarti jika dirimu tahu untuk mengucap syukur kepada Sang Pencipta..
Dan pengucapan syukur hanya dapat timbul dari hati yang tulus dan ikhlas


Insya Allah Bermanfaat tuk Kita semua....
Amiin.

Kuliah Prodi Manajemen Perbankan Syariah




STIE  TUNAS NUSANTARA

"TERAKREDITAS  BAN-PT"

Menerima Calon Mahasiswa Baru Prodi Manajemen Peminatan Manajemen Perbankan Syariah Tahun Akademik 2012/2013
Persyaratan  :

http://www.krrcool.blogspot.com/2012/03/beasiswa-kuliah-ta-20122013.html




Investasi Kuliah:

1. Untuk Fresh Graduate (lulusan SLTA / Sederajat)

.....a.  Pembayaran Awal saat mendaftar Rp.  700.000,-
.....b.  Pembayaran setiap bulan FLAT Rp. 250.000,- selama 96 bulan  (dibayar setelah bekerja)


2.  Untuk Karyawan :
.....a.  Pembayaran Awal saat mendaftar Rp. 700.000,-..


.....b.   Pembayaran berikutnya setiap bulan FLAT Rp. 250.000,- selama 96 bulan  atau  Rp. 225.000,- selama 96 bulan (

(khusus anak alim ulama, pengurus majelis ta'lim, masjid, musholla, M.I/M.Ts/M.A., Dosen PT agama, dan keluarga Besar Herbalis

3.  Untuk PROGRAM BEASISWA :
....a.  Pembayaran Semester 1 (satu) HANYA Rp. 900.000,-
....b.  Biaya semester 2 dan seterusnya dilihat berdasarkan Nilai Indeks Prestasi Per semester.


Pendaftaran :  STIE Tunas Nusantara

Jl. Budhi No. 21 Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur
Telp, 021-80883639
SMS  CENTER  0857 1845 9533

klik TN :  www.stietn.ac.id

Pendaftaran paling lambat tanggal  30 September 2012






Senin, 10 September 2012

Surah Al-Baqarah (2) Ayat 21 - 30

SURAH  AL - BAQARAH  (2)  AYAT  21 - 30



surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 21
yaa ayyuhaa alnnaasu u'buduu rabbakumu alladzii khalaqakum waalladziina min qablikum la'allakum tattaquuna

 
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 22
alladzii ja'ala lakumu al-ardha firaasyan waalssamaa-a binaa-an wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati rizqan lakum falaa taj'aluu lillaahi andaadan wa-antum ta'lamuuna

 
22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah [30], padahal kamu mengetahui.

[30] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 23
wa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fa/tuu bisuuratin min mitslihi waud'uu syuhadaa-akum min duuni allaahi in kuntum shaadiqiina

 
23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah [31] satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

[31] Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al-Qur'an itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mu'jizat Nabi Muhammad SAW
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 24
fa-in lam taf'aluu walan taf'aluu faittaquu alnnaara allatii waquuduhaa alnnaasu waalhijaaratu u'iddat lilkaafiriina

 
24. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 25
wabasysyiri alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru kullamaa ruziquu minhaa min tsamaratin rizqan qaaluu haadzaa alladzii ruziqnaa min qablu wautuu bihi mutasyaabihan walahum fiihaa azwaajun muthahharatun wahum fiihaa khaaliduuna

 
25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya [32].

[32] Keni'matan di syurga itu adalah keni'matan yang serba lengkap, baik jasmani maupun rohani.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 26
inna allaaha laa yastahyii an yadhriba matsalan maa ba'uudhatan famaa fawqahaa fa-ammaa alladziina aamanuu faya'lamuuna annahu alhaqqu min rabbihim wa-ammaa alladziina kafaruu fayaquuluuna maatsaa araada allaahu bihaadzaa matsalan yudhillu bihi katsiiran wayahdii bihi katsiiran wamaa yudhillu bihi illaa alfaasiqiina

 
26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu [33]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah [34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

[33] Diwaktu turunnya ayat 73 surat 23 Al Hajj yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan turunnya ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

[34] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari As-Saddiy dengan sanad-sanadnya, tatkala Allah membuat dua buah perumpamaan ini bagi orang-orang munafik, yakni firman-Nya, "Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api" dan firman-Nya, "Atau seperti hujan lebat dari langit", orang-orang munafik mengatakan bahwa Allah lebih tinggi dan lebih agung-sampai membuat perumpamaan-perumpamaan ini. Maka Allah menurunkan, "Sesungguhnya Allah tidak merasa malu untuk membuat tamsil perumpamaan.." sampai dengan firman-Nya "... merekalah orang-orang yang merugi." (Q.S. Al-Baqarah 26-27) Diketengahkan oleh Wahidi dari jalur Abdul Ghani bin Said As-Tsaqafi, dari Musa bin Abdurrahman, dari Ibnu Juraij, dari Atha, dari Ibnu Abbas, katanya, "Allah menyebutkan tuhan-tuhan pujaan orang-orang musyrik, maka firman-Nya, 'Dan sekiranya lalat mengambil sesuatu dari mereka,' (Al-Hajj 73) lalu disebutnya pula tipu daya tuhan-tuhan itu, dan dianggap-Nya seperti sarang laba-laba, maka kata mereka 'Bagaimana pendapatmu ketika Allah menyebut-nyebut lalat dan laba-laba dalam Alquran yang diturunkan-Nya, apa maksud-Nya dengan ini?' Maka Allah pun menurunkan ayat ini." Abdul Ghani adalah orang yang amat lemah. Abdur Razaq mengatakan dalam Tafsirnya, "Mu`ammar menyampaikan dari Qatadah tatkala Allah menyebut-nyebut soal lalat dan laba-laba, bahwa orang-orang musyrik berkata, 'Kenapa pula soal lalat dan laba-laba ini disebut-sebut?' Maka Allah menurunkan ayat ini." Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Hasan, katanya, "Tatkala turun ayat, 'Hai manusia! Diberikan kepada kamu tamsil perbandingan', (Al-Hajj 73) orang-orang musyrik berkata, 'Tamsil perbandingan apa pulakah itu sehingga dibuat?' Atau 'Peristiwa apa yang serupa dengan tamsil perbandingan ini?' Maka Allah menurunkan ayat, 'Sesungguhnya Allah tidak merasa malu untuk membuat suatu perumpamaan...' sampai dengan akhir ayat." (Q.S. Al-Baqarah 26). Komentar saya, "Isnad keterangan pertama lebih sah dan lebih cocok dengan apa yang dikemukakan pada awal surat, apa lagi menyebutkan orang-orang musyrik tidak cocok dengan kedudukan ayat ini sebagai ayat Madaniyah. Riwayat yang kita kemukakan dari Qatadah dan Hasan, diceritakan pula oleh Wahidi tanpa isnad dengan lafal, 'Kata orang-orang Yahudi.' Hal ini lebih cocok."
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 27
alladziina yanqudhuuna 'ahda allaahi min ba'di miitsaaqihi wayaqtha'uuna maa amara allaahu bihi an yuushala wayufsiduuna fii al-ardhi ulaa-ika humu alkhaasiruuna

 
27. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari As-Saddiy dengan sanad-sanadnya, tatkala Allah membuat dua buah perumpamaan ini bagi orang-orang munafik, yakni firman-Nya, "Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api" dan firman-Nya, "Atau seperti hujan lebat dari langit", orang-orang munafik mengatakan bahwa Allah lebih tinggi dan lebih agung-sampai membuat perumpamaan-perumpamaan ini. Maka Allah menurunkan, "Sesungguhnya Allah tidak merasa malu untuk membuat tamsil perumpamaan.." sampai dengan firman-Nya "... merekalah orang-orang yang merugi." (Q.S. Al-Baqarah 26-27) Diketengahkan oleh Wahidi dari jalur Abdul Ghani bin Said As-Tsaqafi, dari Musa bin Abdurrahman, dari Ibnu Juraij, dari Atha, dari Ibnu Abbas, katanya, "Allah menyebutkan tuhan-tuhan pujaan orang-orang musyrik, maka firman-Nya, 'Dan sekiranya lalat mengambil sesuatu dari mereka,' (Al-Hajj 73) lalu disebutnya pula tipu daya tuhan-tuhan itu, dan dianggap-Nya seperti sarang laba-laba, maka kata mereka 'Bagaimana pendapatmu ketika Allah menyebut-nyebut lalat dan laba-laba dalam Alquran yang diturunkan-Nya, apa maksud-Nya dengan ini?' Maka Allah pun menurunkan ayat ini." Abdul Ghani adalah orang yang amat lemah. Abdur Razaq mengatakan dalam Tafsirnya, "Mu`ammar menyampaikan dari Qatadah tatkala Allah menyebut-nyebut soal lalat dan laba-laba, bahwa orang-orang musyrik berkata, 'Kenapa pula soal lalat dan laba-laba ini disebut-sebut?' Maka Allah menurunkan ayat ini."
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 28
kayfa takfuruuna biallaahi wakuntum amwaatan fa-ahyaakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilayhi turja'uuna

 
28. Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 29
huwa alladzii khalaqa lakum maa fii al-ardhi jamii'an tsumma istawaa ilaa alssamaa-i fasawwaahunna sab'a samaawaatin wahuwa bikulli syay-in 'aliimun

 
29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 30
wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa'ilun fii al-ardhi khaliifatan qaaluu ataj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku alddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a'lamu maa laa ta'lamuuna

 
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."





Sumber:  http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/2/20

Minggu, 09 September 2012

Surah Al-Baqarah (2) Ayat 11 - 20

SURAH  AL - BAQARAH (2)  AYAT  11 - 2



surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 11
wa-idzaa qiila lahum laa tufsiduu fii al-ardhi qaaluu innamaa nahnu mushlihuuna
11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 12
alaa innahum humu almufsiduuna walaakin laa yasy'uruuna

 
12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 13
wa-idzaa qiila lahum aaminuu kamaa aamana alnnaasu qaaluu anu/minu kamaa aamana alssufahaau alaa innahum humu alssufahaau walaakin laa ya'lamuuna

 
13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 14
wa-idzaa laquu alladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaw ilaa syayaathiinihim qaaluu innaa ma'akum innamaa nahnu mustahzi-uuna

 
14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka [25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok."

[25] Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Wahidi dan Tsa`labi, dari jalur Muhammad bin Marwan dan Assadiyush Shaghir, dari Al-Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, katanya, "Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Ubay dan konco-konconya. Ceritanya bahwa pada suatu hari mereka keluar lalu ditemui oleh beberapa sahabat Rasulullah saw., lalu Abdullah bin Ubay berkata, 'Lihatlah, bagaimana orang-orang bodoh itu kuusir dari kalian!' Lalu ia maju ke depan dan menjabat tangan Abu Bakar seraya berkata, 'Selamat untuk Shiddiq penghulu Bani Tamim dan sesepuh agama Islam, pendamping Rasulullah di dalam gua dan telah membaktikan raga dan hartanya untuk Rasulullah.' Kemudian dijabatnya pula tangan Umar seraya berkata, 'Selamat untuk penghulu Bani Adi bin Kaab, Faruq yang perkasa (Umar) dalam agama Allah dan telah menyerahkan raga dan hartanya untuk Rasulullah.' Setelah itu disambutnya pula tangan Ali seraya berkata, 'Selamat untuk saudara sepupu dan menantu Rasulullah, penghulu Bani Hasyim selain Rasulullah.' Kemudian mereka berpisah, Abdullah mengatakan kepada anak buahnya, 'Bagaimana pendapat kalian tentang perbuatanku tadi? Nah, jika kalian menemui mereka, lakukanlah seperti yang telah aku lakukan itu!' Mereka memuji perbuatannya itu, sementara kaum muslimin kembali kepada Nabi saw. dan menceritakan peristiwa tersebut, maka turunlah ayat ini." Isnad dari riwayat ini lemah sekali, karena Assadiyush Saghir itu seorang pembohong, demikian pula Al-Kalbiy dan Abu Saleh adalah orang-orang yang akurasinya lemah.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 15
allaahu yastahzi-u bihim wayamudduhum fii thughyaanihim ya'mahuuna

 
15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 16
ulaa-ika alladziina isytarawuu aldhdhalaalata bialhudaa famaa rabihat tijaaratuhum wamaa kaanuu muhtadiina

 
16. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 17
matsaluhum kamatsali alladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu dzahaba allaahu binuurihim watarakahum fii zhulumaatin laa yubshiruuna

 
17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api [26], maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

[26] Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 18
shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uuna

18. Mereka tuli, bisu dan buta [27], maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

[27] Walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 19
aw kashayyibin mina alssamaa-i fiihi zhulumaatun wara'dun wabarqun yaj'aluuna ashaabi'ahum fii aatsaanihim mina alshshawaa'iqi hadzara almawti waallaahu muhiithun bialkaafiriina

 
19. atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati [28]. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir [29].

[28] Keadaan orang-orang munafik itu, ketika mendengar ayat-ayat yang mengandung peringatan, adalah seperti orang yang ditimpa hujan lebat dan petir. Mereka menyumbat telinganya karena tidak sanggup mendengar peringatan-peringatan Al-Qur'an itu. [29] Maksudnya pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Jarir, dari jalur Assadiyul Kabir, dari Abu Malik dan Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Masud, segolongan sahabat, kata mereka, "Ada dua orang laki-laki dari kaum munafik warga kota Madinah, melarikan diri dari Rasulullah kepada golongan musyrik, mereka ditimpa hujan lebat yang disebutkan Allah itu, diiringi guruh dan petir serta kilat yang memancar-mancar tiap petir itu datang, mereka pun menyumbat anak telinga mereka dengan jari, karena takut akan dimasukinya hingga mereka tewas karenanya. Jika kilat memancar, mereka pun berjalan dalam cahayanya, tetapi jika cahayanya padam, mereka berhenti karena tidak melihat apa-apa. Akhirnya dengan berjalan seperti itu sampailah mereka ke tempat yang dituju, lalu kata mereka; 'Wahai, cepatlah kiranya datang waktu pagi, hingga kita dapat menemui Muhammad dan berbaiat kepadanya.' Demikianlah mereka menemuinya serta berbaiat kepadanya lalu masuk Islam serta baiklah keislaman mereka." Maka Allah pun menjadikan perilaku kedua orang munafik yang melarikan diri ini sebagai tamsil perbandingan bagi orang-orang munafik yang ada di Madinah. Orang-orang munafik itu, jika mereka hadir dalam majelis Nabi saw. menaruh jari-jiri mereka ke telinga masing-masing karena takut akan ucapan Nabi saw. kalau-kalau ada wahyu turun mengenal diri mereka, atau disebutkan sesuatu tentang perilaku mereka hingga mereka menemui ajal karenanya, sebagaimana yang dilakukan serta dikhawatirkan oleh kedua orang munafik yang melarikan diri tadi. Jika ada cahaya, mereka pun berjalan, artinya jika telah banyak harta benda dan anak-anak mereka, serta mereka beroleh harta rampasan atau mencapai suatu kemenangan, mereka pun maju ke depan, lalu kata mereka ketika itu, "Benarlah agama Muhammad", dan mereka berpegang teguh kepadanya, tak ubahnya bagai dua orang munafik tadi yang berjalan setiap kilat memancar; dan jika hari gelap, mereka berhenti, artinya jika harta benda dan anak-anak mereka habis, punah, atau jika mereka ditimpa malapetaka, maka kata mereka, "Ini tidak lain hanyalah karena ulah agama Muhammad, dan mereka berbalik kafir seperti halnya kedua orang munafik tadi, yakni jika kilat tidak memancar lagi."
 
 
surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 20
yakaadu albarqu yakhthafu abshaarahum kullamaa adhaa-a lahum masyaw fiihi wa-idzaa azhlama 'alayhim qaamuu walaw syaa-a allaahu ladzahaba bisam'ihim wa-abshaarihim inna allaaha 'alaa kulli syay-in qadiirun
20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.






Sumber :   http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/2/10
























Hanya Kamu Yang Tau.......

KEHILANGAN  DAN  KASIH SAYANG


















Kehilangan bagi seseorang adalah hal sangat tidak diinginkan. Baik itu kehilangan manusia atau sampai benda sekecil apapun. Apalagi kalau sudah dicintai setengah mati.

Namun kadang kecintaan kita itu tersadarkan ketika sesuatu itu hilang. Ternyata sesuatu itu sangat berarti dan penting dalam hidup kita. Apalagi ketika kehilangan itu juga terkait dengan orang lain. Sungguh tanggungjawab yang wajib ditanggung.

Kehilangan kadang sebenarnya lebih banyak terjadi karena kelalaian, menganggap bahwa sesuatu itu belum terlalu berarti sehingga kita tidak menjaganya dengan sepenuh hati, sehingga dengan sendirinya kadang terlupakan. Padahal jika diketahui secara mendalam ternyata sesuatu itu sungguh menunjang hidup kita yang selalu egois seenaknya sendiri.

Kadang juga kehilangan itu ada karena sedang diuji, walau kita dengan sangat menjaga sesuatu itu, tapi tetap kehendak Yang Maha Kuasa menberikan ujian buat kita, seberapa tangguh manusia ini untuk menghadapi permasalahan ini dan menyelesaikan. Atau, kadang kita lupa bersyukur dan atau sedang berdosa atau telah melakukan kesalahan kepada orang lain, sehingga Yang Maha Kuasa menjatuhkan cobaan ini.

Yah semua bisa jadi penyebabnya,karena kelalaian, ketidaksyukuran, berbuat dosa, berbuat salah, dan atau memang sedang diberi cobaan oleh Yang Maha Kuasa. Dan dari semua itu, hikmah selalu menjadi kunci. Tidak sekedar belajar lagi untuk menjaga tapi juga untuk merubah supaya tidak terjadi kehilangan-kehilangan selanjutnya.



RASA CINTA DAN SAYANG

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.

Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.

Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"

Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"

Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.

CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."
SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."

SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.

CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.

Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.

Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.

Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.

Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.

SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.

CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.

SAYANG adalah hal memberi dan menerima.

CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Selasa, 04 September 2012

Surah Al-Fatihah (1) Ayat 1-7



بسم الله الرحمان الرحیم

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 

Sejak dahulu sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat manusia bahwa ‎pekerjaan-pekerjaan penting selalu dimulai dengan menyebut nama para ‎pembesar mereka untuk mendapat berkah darinya.
Umpamanya, para penyembah ‎patung atau berhala, mencari berkah dengan nama atau dengan kehadiran para ‎kepala negara. Akan tetapi, Zat yang lebih besar diantara segala sesuatu yang ‎besar adalah Allah SWT dimana kehidupan segala sesuatu yang hidup ini bermula ‎dari-Nya.‎

Bukan hanya kitab alam semesta, akan tetapi kitab syareat, yaitu Al-Quran dan ‎semua kitab samawi dimulai dengan nama-Nya. Islam mengajarkan kepada kita ‎agar pekerjaan-pekerjaan kita, yang kecil dan yang besar, makan dan minum, tidur ‎dan bangun, bepergian dan menaiki kendaraan, berbicara dan menulis, kerja dan ‎usaha, dan seterusnya hendaknya kita mulai dengan menyebut nama Allah ‎‎(Bismillah).‎
Jika seekor binatang disembelih tanpa menyebut nama Allah, maka kita dilarang ‎memakan daging binatang tersebut. Kata-kata "Bismillah" tidak terbatas pada ‎agama Islam saja. Menurut ayat-ayat Al-Quran, kapal Nabi Nuh as juga bergerak ‎diawali dengan kalimat "Bismillah." Begitu juga surat Nabi Sulaiman as kepada ‎Ratu Balqis. "Bismillah adalah sebuah ayat lengkap, dan bagian dari Surat Al-‎Fatihah.‎
Oleh sebab itu, Ahlul Bait Nabi saw tidak menyukai orang yang tidak membacanya ‎atau membacanya dengan suara pelan di dalam salatnya. Mereka sendiri selalu ‎membaca ayat: "bismillahirrahmanirrahim" dengan suara keras di dalam setiap ‎salat yang mereka lakukan.‎
Dari ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Bismillah merupakan sumber berkah dan jaminan bagi setiap pekerjaan, juga ‎merupakan tanda tawakkal kepada Allah dan permohonan bantuan dari-nya.‎
‎2.‎ Kata Bismillah memberi warna ketuhanan kepada setiap pekerjaan, dan ‎menyelamatkan pekerjaan-pekerjaan manusia dari bahaya syirik dan riya. ‎
‎3.‎ Bismillah artinya: Ya Allah aku tidak melupakan-Mu, maka janganlah Engkau ‎melupakan aku.‎
‎4.‎ Orang yang mengucapkan Bismillah berarti telah menggabungkan diri ‎kepada kekuatan tak terbatas dan lautan rahmat Ilahi yang tak bertepi.‎


الحمد لله الرب العلمین
Segala puji hanya bagi Allah Tuhan seluruh Alam

Setelah menyebut nama Allah, maka kalimat pertama yang kita ucapkan ialah ‎syukur kepadanya. Allah Tuhan yang pertumbuhan dan kehidupan segala sesuatu ‎di jagad raya dan alam semesta ini bersumber darinya, baik alam benda mati ‎maupun benda hidup, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Dia-lah ‎yang mengajarkan kepada lebah madu dari mana mencari makanan dan ‎bagaimana cara membuat sarang. Dia juga mengajarkan kepada semut bagaimana ‎menyimpan makanannya untuk musim dingin. Dia pulalah yang menumbuhkan ‎batang-batang gandum yang penuh dengan biji-biji hanya dari sebutir gandum, ‎juga menumbuhkan sebatang pohon apel dari sebutir biji apel.‎

Dia-lah yang menciptakan langit dengan kehebatan yang amat besar ini dan ‎menetapkan garis peredaran setiap bintang dan setiap galaksinya. Dia-lah yang ‎menciptakan kita dari setetes air yang memancar dan menumbuhkan kita di dalam ‎perut ibu selama kurang lebih 6 hingga 9 bulan. Lalu setelah kita lahir ke dunia, Dia ‎pun menyediakan segala keperluan untuk pertumbuhan kita. Dia membentuk ‎badan kita sedemikian rupa sehingga mampu mempertahankan diri dari kuman-‎kuman penyebab penyakit dan jika salah satu tulang tubuh kita patah atau retak, ‎maka tubuh kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya sedemikian rupa.‎

Kemudian jika tubuh memerlukan darah maka secara alami ia memproduksinya ‎untuk memenuhi keperluan tersebut. Meski demikian, yang berada di tangan Allah ‎bukan hanya perkembangan dan pemeliharan tubuh kita saja, karena Dia juga ‎menciptakan akal dan perasaan untuk kita lalu mengutus para nabi dan ‎menurunkan kitab-kitab samawi untuk membina kita.‎

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Ketergantungan kita dan seluruh alam semesta ini kepada Allah. Bukan ‎hanya pada saat perciptaan, akan tetapi perkembangan dan keterpeliharaan ‎kita juga datang dari-Nya. Oleh karena itu, hubungan Allah dengan segala ‎yang maujud ini bersifat selamanya dan kekal.‎
‎2.‎ Atas dasar ini pula kita harus mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Bukan hanya ‎di dunia, di hari akhiratpun ucapan para penghuni surga ialah alhamdulillahi ‎rabbil alamiin.‎

الرحمن الرحیم
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Allah yang kita imani ialah Zat yang penuh kasih sayang, cinta, maaf dan ampunan. ‎Contoh-contoh rahmat dan cinta-Nya terdapat di dalam kebesaran nikmat-nikmat-‎Nya yang tak terhingga untuk kita. Bunga-bunga yang indah berbau harum, buah-‎buahan yang manis dan lezat rasanya, berbagai bahan makanan yang lezat dan ‎bergizi, bahan-bahan pakaian yang beraneka warna, dan lain sebagainya adalah ‎anugerah yang diberikan Allah kepada kita.‎

Kecintaan seorang ibu kepada anaknya Dia tanamkan di dalam sanubari ibu kita, ‎sedangkan Allah sendiri memiliki cinta yang jauh lebih besar daripada kecintaan ibu ‎kepada anaknya. Kemurkaan dan siksaan-Nya pun datang dari tindakan Allah yang ‎bertujuan memperingatkan dan adanya perhatian Allah terhadap kita. Bukannya ‎karena sifat dendam atau niat menuntut balas. Oleh karena itu jika kita bertaubat ‎dan menutupi kesalahan yang kita lakukan maka Allah pasti akan mengampuni dan ‎menghapus kesalahan.‎

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Allah selalu mendidik dan memelihara segala yang maujud ini dengan ‎rahmat dan mahabbah, karena di samping sifatnya sebagai Rabbul Alamin, ‎penguasaan dan pemeliharaan semesta alam, Dia juga menyebut diri-Nya ‎sebagai Arrahman dan Arrahim, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.‎
‎2.‎ Bila para pengajar dan pendidik ingin mendapatkan sukses, maka mereka ‎harus bekerja berdasarkan mahabbah dan kasih sayang.‎

مالک یوم الدین
Pemilik hari pembalasan

Kata-kata 'din' berarti mazhab atau agama dan juga berarti pembalasan. Adapun ‎yang dimaksudkan dengan Yaumiddin ialah Hari Kiamat yang merupakan hari ‎perhitungan pemberian pahala dan pembalasan.‎

Meskipun Allah SWT adalah pemilik dan penguasa dunia sekaligus pemilik Akhirat, ‎namun kepemilikan dan kekuasaan-Nya di Hari Kiamat memiliki bentuk yang ‎berbeda. Di hari itu tak ada siapa pun yang menguasai sesuatu. Harta kekayaan ‎dan anak sama sekali tidak memiliki peran. Sahabat dan kerabat tak memiliki ‎kekuasaan apapun. Bahkan seseorang tidak memiliki kekuasaan terhadap anggota ‎tubuhnya sendiri. Lidah tak diizinkan untuk mengucapkan permohonan ampun. ‎Tidak pula pikiran memiliki kesempatan untuk berpikir. Hanya Allah yang memiliki ‎kekuasaan penuh di hari itu.‎

Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Di samping mengharapkan rahmat Allah yang tak terbatas sebagaimana ‎yang dipaparkan dalam ayat sebelumnya, kita juga harus merasa takut ‎kepada perhitungan dan pembalasan hari kiamat.‎
‎2.‎ Dengan beriman kepada hari kiamat kita tidak perlu cemas bahwa ‎perbuatan-perbuatan baik kita tidak akan memperoleh balasan atau pahala. ‎
‎3.‎ Allah SWT Maha Mengetahui segala perbuatan baik dan buruk yang kita ‎lakukan dan Dia Maha Mampu untuk memberikan balasan dan pahala. ‎

 ایاک نعبد و ایاک نستعین

Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada-Mu-lah kami meminta ‎pertolongan

Di dalam ayat-ayat yang lalu Allah telah kita kenal bahwa Dia itu Rahman dan ‎Rahim serta Rabbul `Alamin juga Maliki Yaumiddin. Sementara oleh karena ‎kehebatan ciptaan-Nya dan nikmat-nikmat-Nya yang tak terhitung yang Dia ‎curahkan kepada kita, maka kita mengucapkan syukur dan pujian kepadanya ‎dengan mengatakan Alhamdulillahi rabbil `alamin.‎

Sudah sepatutnyalah jika sekiranya kita menghadapkan diri kita kepadanya, dan ‎seraya mengakui ketidakmampuan dan kelemahan kita maka kita juga mengatakan ‎bahwa kita adalah hamba-hamba-Nya yang tulus. Kita ucapkan, Ya Allah, hanya ‎dihadapan perintah-Mu-lah kami menundukkan kepala, bukan dihadapan perintah ‎selain-Mu. Kami bukanlah hamba-hamba emas dan kekayaan duniawi juga bukan ‎budak-budaknya kekuatan dan kekuasaan imperialis.‎

Oleh karena shalat yang merupakan manifestasi ibadah dan penyembahan Tuhan ‎ditunaikan secara berjamaah maka umat Islam satu suara di dalam satu barisan ‎secara kompak menyatakan 'iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin' , yaitu bahwa ‎bukan hanya aku melainkan kami semua adalah hamba-hamba-Mu dan kepada-‎Mu lah kami memohon pertolongan. Ya Allah! bahkan ibadah yang kami tunaikan ‎ini pun adalah berkat pertolongan-Mu. Jika Engkau tidak menolong kami, niscaya ‎kami akan menjadi hamba dan budak selain-Mu.‎

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Meskipun undang-undang yang menguasai alam materi dan formula-formula ‎fisika dan kimia kita yakini, namun semua itu berada di bawah kekuasaan ‎Allah dan di bawah kehendak-Nya. Karenanya, kita harus berserah diri ‎kepada Allah, bukan kepada alam. Hanya kepada Allah kita memohon ‎bantuan, termasuk dalam urusan materi. ‎
‎2.‎ Jika dalam setiap solat dengan sepenuh hati dan khusyuk kita nyatakan ‎bahwa kita hanya menghambakan diri kepada Allah, maka kita tidak akan ‎menjadi orang yang congkak dan takabur.‎

اهدنا الصراط المستقیم

Tunjukilah kami ke jalan yang lurus

Dalam Al-Quran ada dua bentuk hidayah; hidayah cipta (takwini) seperti hidayah ‎lebah madu untuk menghisap sari bunga dan bagaimana ia membuat sarangnya ‎atau hidayah burung-burung saat berpindah dari satu daerah ke daerah lain di ‎musim dingin. Dan yang kedua adalah hidayah tinta (tasyri'i). Hidayah tinta inilah ‎yang terwujudkan dalam pengutusan para nabi ilahi dan kitab-kitab langit untuk ‎menghidayahi manusia.‎

Kata shirat atau jalan disebutkan lebih dari 44 kali dalam Al-Quran. Memilih jalan ‎dan garis pemikiran yang benar menunjukkan keistimewaan manusia. Terlebih lagi ‎manusia harus memilih jalan yang lurus dari banyak jalan yang terbentang di ‎hadapannya. Di sini, seorang mukmin akan memilih jalan Allah dan wali-wali-Nya. ‎Karena jalan ilahi pasti dan tidak akan ada perubahan dan jalan-Nya hanya satu ‎tidak lebih. Seseorang yang mengikuti jalan ilahi tidak akan pernah mengenal kata ‎kalah dan gagal.‎

Namun manusia tidak boleh lupa bahwa dalam memilih jalan lurus dan ‎melanjutkannya harus meminta bantuan Allah. Sama seperti lampu yang ‎cahayanya yang setiap saat mengambil energinya dari pembangkit listrik. Dalam ‎jalan lurus, satu-satunya keinginan setiap muslim di setiap shalat selalu diminta ‎dari Allah, bahkan Rasulullah saw dan para Imam as juga memohon kepada Allah ‎agar tetap teguh di jalan yang lurus.‎
Jalan lurus itulah jalan tengah yang menjadi pemecah sikap ekstrim, baik kanan ‎dan kiri dalam akidah maupun amal. Karena terkadang ada orang yang tergelincir ‎dalam akidah dan ada juga di tingkat perbuatan.‎

Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Semua keberadaan di alam semesta bergerak dalam jalur dan kehendak ‎Allah.‎
‎2.‎ Permintaan akan hidayah meraih jalan yang lurus merupakan keinginan ‎paling penting orang-orang yang menyembah Allah yang Esa.‎
‎3.‎ Demi meraih jalan yang lurus, seseorang harus berdoa, "Tunjukilah kami ke ‎jalan yang lurus."‎

صراط الذین انعمت علیهم غیر المغضوب علیهم و لا الضالین

Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang ‎yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat

Dalam memilih jalan kehidupan, manusia terbagi menjadi tiga golongan. Golongan ‎pertama ialah orang-orang yang memilih jalan Allah, dan meletakkan kehidupan ‎pribadi dan masyarakat mereka di atas dasar undang-undang dan perintah-‎perintah yang telah Allah jelaskan di dalam Kitab-Nya. Golongan ini selalu tercakup ‎oleh rahmat dan nikmat Ilahi yang khusus.‎

Golongan kedua berada di dalam keadaan yang berlawanan dengan golongan ‎pertama. Mereka ini meskipun mengetahui adanya kebenaran, namun tetap saja ‎menolak Allah bahkan lari menuju kepada selain-Nya. Mereka ini lebih ‎mengutamakan hawa nafsu mereka, hasrat buruk orang-orang dekat dan keluarga ‎serta masyarakat mereka daripada keinginan dan kehendak Allah SWT.‎

Kelompok ini secara perlahan memperlihatkan akibat-akibat perbuatan dan perilaku ‎mereka di dalam keberadaan mereka. Sedikit demi sedikit mereka menjauh dari ‎shirath al-mustaqhim dan bukan menuju ke arah rahmat Allah SWT dan rahmat-‎Nya. Mereka terpelosok masuk ke jurang kesengsaraan dan kesusahan serta ‎menjadi sasaran kemurkaan dan kemarahan Ilahi yang disebut oleh ayat ini ‎sebagai orang yang ‎‏"‏maghdluubi 'alaihim‏"‏‎, orang-orang yang dimurkai.‎

Sementara itu, kelompok ketiga ialah orang-orang yang tidak memiliki jalan yang ‎jelas dan tertentu. Mereka ini disebut sebagai orang-orang yang bingung dan tidak ‎mengetahui. Di dalam ayat ini, mereka disebut sebagai ‎‏"‏dhollin‏"‏‎, atau orang-orang ‎yang sesat.‎

Dalam setiap salat kita mengatakan, "ihdinash shiraathal mustaqiim", yang artinya, ‎‎"Ya Allah tunjukilah kami jalan yang lurus". Jalan yang dilalui oleh para Nabi, ‎auliya', orang-orang suci dan orang-orang yang lurus. Mereka yang selalu berada ‎di bawah curahan rahmat dan nikmat-nikmat khusus-Mu. Dan jauhkanlah kami dari ‎jalan orang-orang yang telah menyimpang dari kemanusiaan dan menjadi sasaran ‎kemurkaan-Mu, juga dari jalan orang-orang yang kebingungan dan sesat.‎

Siapakah orang-orang yang sesat itu? Di dalam Al Qur'an banyak kelompok dan ‎kaum yang disebut dengan sebutan di atas. Di sini kita akan menyinggung salah ‎satu contohnya yang jelas dan nyata.‎

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
‎1.‎ Dalam pendidikan manusia selalu membutuhkan teladan. Para nabi, ‎syuhada, orang-orang yang jujur dan saleh merupakan contoh indah ‎manusia.‎
‎2.‎ Apa yang sampai kepada manusia adalah nikmat. Sementara kita yang ‎menghadirkan kemarahan.‎
‎3.‎ Menyatakan kebencian terhadap orang-orang yang dimurkai dan dan ‎tersesat membuat masyarakat Islam senantiasa berjuang dan melawan ‎kekuasaan mereka.‎






Sumber :  http://ahlulbaitindonesia.org/index.php/agama/tafsir/476-tafsir-surah-al-fatihah-.html
www.indonesian.irib.ir